Kamis, 15 Oktober 2015


Lulusan Kampus Nonaktif Tak Bisa Daftar CPNS



JAKARTA - Pemerintah menegaskan kampus yang dinonaktifkan harus segera diurus kesalahannya. Sebab, lulusannya terancam tidak bisa mendaftar CPNS.
Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Patdono Suwignjo mengatakan, ratusan kampus yang dinyatakan nonaktif itu salah satunya karena membuka kelas di luar kampus utama yang tidak berizin. Ijazah dari kampus ini, ujarnya, tidak akan sah untuk melamar sebagai CPNS.
"Kalau digunakan untuk melamar CPNS tidak akan bisa karena BKN (Badan Kepegawaian Negara) tidak akan mengakuinya," ungkapnya di Kemristekdikti, Jakarta, belum lama ini.
Patdono menjelaskan, bagi kampus yang membuka kelas jauh dapat diungkap dengan mudah karena ada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) yang merekam semua data kelas dan program studi semua kampus. Sama halnya dengan pegawai negeri yang ingin mengajukan kenaikan pangkat pun tidak bisa diurus jika dia mengikuti kelas jauh. Menurut dia, data PDPT adalah milik masyarakat yang bisa diakses di forlap.dikti.go.id.
Patdono menerangkan, bagi perguruan tinggi yang nonaktif bukan berarti izinnya sudah dicabut. Melainkan mereka tidak bisa mendapat layanan dari Kemenristek Dikti yang tentunya akan merugikan pengelola dan mahasiswanya. Misalnya, usulan akreditasinya ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sudah tidak bisa lagi. Lalu pengajuan penambahan program studi juga tidak dilayani. Begitu pula pengajuan sertifikasi dosen dan hibah serta beasiswa bagi mahasiswa.
Status nonaktif, menurutnya, akan dicabut jika sudah memperbaiki pelanggaran yang dilakukan. Status nonaktif itu bisa terjadi jika kampus selama empat semester tidak melakukan pelaporan di PDPT. Banyak kampus yang mengaku tidak melapor karena tidak punya staf khusus yang mengunggah data di PDPT atau tidak punya sistem komputerisasi yang menunjang. Namun, ada pula yang sengaja tidak melapor karena ingin mewisuda sebanyak mungkin mahasiswa yang tidak didaftarkan di PDPT. Lalu banyak juga kampus yang melanggar karena melaksanakan pendidikan di luar kampus.
"Ini banyak sekali dan tidak hanya terjadi di kampus swasta namun juga ada di negeri. Bagi PTN yang melakukan pelanggaran akan kami sanksi lebih berat dari PTS," katanya. (afr)
Dapat diakses Disini

Senin, 14 September 2015

Pandangan mereka tentang muslim.....




Ingin tahu pandangan masyarakat amerika tentang islam/muslim??? klik disini

Baca Juga:

Warga Maluku Heboh dengan Penemuan Gurita Raksasa di Pesisir Pantai




SRIPOKU.COM --- Warga Pulau Hatta, Kepulauan Banda, Maluku, digegerkan dengan penemuan seekor gurita raksasa di perairan pulau tersebut.
Gurita yang sudah menjadi bangkai itu pertama kali ditemukan terdampar oleh masyarakat pada Jumat kemarin, saat mereka melaut.
“Gurita ini pertama kali ditemukan pada Jumat kemarin oleh nelayan dan kemudian membuat gempar masyarakat saat bangkai gurita mulai terdampar di pantai,” kata Ahmad, warga setempat, saat dihubungi Kompas.com dari Ambon, Sabtu (12/9/2015) siang.
Ahmad menjelesakan, warga yang penasaran dengan penemuan itu lalu berbondong-bondong datang ke tepian pantai di Pulau Hatta untuk menyaksikan dari dekat gurita raksasa itu.
“Kita tidak bisa memastikan ukuran gurita ini namun yang ukurannya lebih besar dari rumah,” ujarnya.

Dapat diakses juga disini

Sabtu, 12 September 2015

Telusuri Kasus Penembakan, Polisi Kumpulkan CCTV di Sekitar Kantor ESDM




Jakarta - Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menyelidiki kasus penembakan di ruangan staf khusus menteri di kantor Kementerian ESDM Ditjen Ketenagalistrikan , Jl HR Rasuna Said, Jaksel. Rekaman CCTV di sekitar lokasi dikumpulkan untuk membuat terang peristiwa tersebut.

"CCTV masih kita kumpulkan,baik yang milik Kementerian ESDM maupun CCTV di gedung-gedung sekitar TKP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Di kantor Kementerian ESDM sendiri, hanya ada satu unit CCTV di bagian luar kantor. Tetapi, CCTV tersebut mengarah ke halaman kantor ESDM, tidak ke arah luar.

Iqbal menambahkan, kasus ini masih dalam penanganan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan di back up penuh Mabes Polri. 

Polisi akan mengambil keterangan saksi-saksi dan terus mengumpulkan bukti-bukti terkait peristiwa tersebut.


(mei/fdn)
Dapat diakses disini

Jumat, 11 September 2015

Mandiri Syariah Akan Ikut Branchless Banking

\Mandiri Syariah Akan Ikut Branchless Banking\
Gedung Bank Mandiri. (Foto: Okezone/Heru)